Keadaan Sejati. Adanya keadaan sejati, karena adanya yang tidak sejati.
"Sesuatu" yang ada itu sesungguhnya berasal dari yang ada. Yang tidak ada asalnya juga tidak ada. Misalnya : anak yang bernama Dipa, atau kambing, kacang, jambu, kukus, api, mega, semuanya adanya hanya sementara dan tidak ada lagi.